Rabu, 26 Februari 2014

Kegiatan Sehari-hari

 
Saya akan menceritankan tentang kegiatan sehari hari saya di hari Senin. Setiap hari saya bangun pagi pukul 05:00 untuk solat subuh, sehabis solat subuh terkadang saya menyempatkan diri untuk belajar dahulu itupun kalau lagi ada ujian dikampus, tetapi jika tidak biasanya saya tidur lagi nanti bangun lagi pukul 07:30, untuk beres-beres kamar.
Setelah waktu menunjukan pukul 08:00 saya langsung mandi, setelah itu saya langsung sarapan pagi. Dikarenakan jadwal kuliah masuk jam 15.20 jadi ya santai-santai aja di rumah, kadang tidur lagi hingga jam 10.00, atau mungkin habiskan waktu untuk menonton anime dan bermain game. Tapi di selingan itupun kadang saya membantu untuk beres-beres rumah, nyapu, ngepel, dll.
 
Jika sudah menunjukkan jam 10.30 saya sudah bersiap-siap untuk berangkat. Dikarenakan jarak dari rumah ke kampus jauh dan juga daerah macet, jadi ya siaga daripada terlambat. Apalagi akhir-akhir ini di tambah sering hujan yang mengakibakan banjir, alhasil macet semakin parah dan jalur ke kampus jadi memutar lebih jauh di karenakan banjir.
 
Sesampainya di kampus jika masih ada waktu sebelum dosen datang, saya main game dulu di cyber net samping kampus. Lumayan mahal menurut saya harganya, tetapi sebanding dengan spek dari komputernya dan internet speednya. Jika waktu sudah menunjukkan kurang dari 20 menit saya langsung menuju ke kelas.
 
Di kelas pun merasa sendiri di karenakan semua teman-temannya berbeda. Lalu di mulai lah pelajaran Sistem Multimedia. Dari di suruh mencari kelompok ini saya jadi bisa kenal dengan teman-teman lainya. Dan juga mendapatkan tugas mandiri menulis di blog ini. Tapi itung-itung berbagi kisah sehari-hari juga. Lalu setelah pelajaran selesai saya langsung pulang ke rumah. Sesampainya di rumah saya langsung mandi lalu di lanjutkan solat isya lalu tidur. Sekian dulu kisah dari saya.

Selasa, 25 Februari 2014

Jakarta Banjir

 Fenomena banjir Jakarta sudah tidak asing lagi di telinga. Banjir Jakarta selalu hadir di tiap tahunnya dan bahkan sekarang menjadi tiap harinya, permasalahan Banjir di Jakarta ini masih belum bisa diatasi secara maksimal oleh Pemprov DKI, karena memang sangat banyak masalah atau faktor-faktor yang harus diperbaiki, dan itu tentunya bukan hal mudah dan perlu waktu yang lama.

 Di tambah dengan banjir ini membuat akses transportasi di Jakarta semakin macet parah. Tanda-tanda akan terjadinya Banjir di Jakarta biasanya ketika Jakarta sudah mulai diguyur hujan lebat. Saat itu pula, masyarakat kota Jakarta sudah mulai bersiap-siap menghadapi banjir. Berbagai masalah timbul akibat banjir tersebut, seperti banyak warga yang terkena malaria, dan bahkan sampai korban meninggal dunia.

Penyebab banjir di Jakarta :

1. Sampah
 Menciptakan lingkungan yang bersih dan jauh dari sampah sepertinya perlu ditegaskan lagi oleh pemerintah, bukan hanya pemerintah DKI, melainkan juga seluruh Indonesia. Tentunya kita sudah tahu, sampah dapat menyebabkan banjir, dan hal itulah yang dirasakan oleh DKI Jakarta saat ini. Bagaimana sangat banyak orang yang membuang sampah sembarangan, dan benda itu tergenang di air, sehingga membuat banjir di Jakarta hingga saat ini.

2. Gorong-gorong
 Banyak sekarang kita lihat fungsi gorong-gorong penuh dengan kabel-kabel dan pipa.
Dan kita bisa lihat juga banyaknya sampah yang memenuhi gorong-gorong, sehingga membuat saluran air tidak mengalir semestinya.
"Gorong-gorong di DKI ini gila. Tidak ada ducting untuk kabel dan pipa. Semuanya kabel apapun juga ada di sana," keluh Basuki seperti dilansir Kompas.

3. Pertumbuhan Penduduk
 Dengan banyaknya pertumbuhan penduduk di Jakarta, membuat banyaknya bangunan-bangunan liar. Apalagi bangunan liar warga yang dibangun di bantaran sungai juga penyebab banjir karena membuat sungai menjadi sempit. Karena sesuai dengan aturan tata ruang, idealnya lebar sungai itu 20 meter. Dengan sungai yang sempit, otomatis tempat saluran air juga berkurang.









Senin, 24 Februari 2014

Sistem Multimedia

     Multimedia adalah beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk Text,Audio,Grafik,Animasi dan Video atau bisa juga di katakan kombinasi antara tiga elemen yaitu suara,gambar dan text.
Sistem adalah kumpulan dari elemen – elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi bisa di simpulkan Sistem Multimedia adalah beberapa sistem yang mendukung lebih dari satu macam media.

     Suatu sistem bisa di katakan Sistem Multimedia adalah apabila:
  • Adanya kombinasi media : yaitu jika  kedua jenis media (Continuous/ Discrete) dipakai.
    1. Contoh media  diskrit : teks dan gambar, dan media tambahan adalah audio dan video.
  • Adanya Independensi/Kemandirian dalam suatu sistem : yaitu Aspek utama dari jenis media yang berbeda adalah keterkaitan antar media tersebut. Sistem disebut sistem multimedia jika tingkat ketergantungan/keterkaitan antar media tersebut rendah.
  • Komputer yang terintegrasi : Sistem harus dapat melakukan pemrosesan yang dikontrol oleh komputer. Sistem dapat diprogram oleh user.

     Sistem Multimedia dapat dibagi menjadi:
1. Sistem Multimedia Stand Alone
Sistem ini berarti merupakan sistem komputer multimedia yang memiliki minimal storage (harddisk, CD-ROM/DVD-ROM/CD-RW/DVD-RW), alat input (keyboard, mouse, scanner, mic), dan output (speaker, monitor,LCD Proyektor), VGA dan Soundcard.
2. Sistem Multimedia Berbasis Jaringan
Sistem ini harus terhubung melalui jaringan yang mempunyai bandwidth yang besar. Perbedaannya adalah adanya sharing sistem dan pengaksesan terhadap sumber daya yang sama.  Contoh:  video converence dan video broadcast Permasalahan: bila bandwidth kecil, maka akan terjadi kemacetan jaringan, delay dan masalah infrastruktur yang belum siap.
  • Pemanfaatan Multimedia
     Multimedia dimanfaatkan dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di dunia pendidikan, multimedia digunakan sebagai media pengajaran, baik dalam kelas maupun secara sendiri-sendiri. Di dunia bisnis, multimedia digunakan sebagai media profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan dalam sistem e-learning.
Pada awalnya multimedia hanya mencakup media yang menjadi konsumsi indra penglihatan (gambar diam, teks, gambar gerak video, dan gambar gerak rekaan/animasi), dan konsumsi indra pendengaran (suara). Dalam perkembangannya multimedia mencakup juga kinetik (gerak) dan bau yang merupakan konsumsi indra penciuman. Multimedia mulai memasukkan unsur kinetik sejak diaplikasikan pada pertunjukan film 3 dimensi yang digabungkan dengan gerakan pada kursi tempat duduk penonton. Kinetik dan film 3 dimensi membangkitkan perasaan realistis.
     Bau mulai menjadi bagian dari multimedia sejak ditemukan teknologi reproduksi bau melalui telekomunikasi. Dengan perangkat input pendeteksi bau, seorang operator dapat mengirimkan hasil digitalizing bau tersebut melalui internet. Pada komputer penerima harus tersedia perangkat output berupa mesin reproduksi bau. Mesin reproduksi bau ini mencampurkan berbagai jenis bahan bau yang setelah dicampur menghasilkan output berupa bau yang mirip dengan data yang dikirim dari internet. Dengan menganalogikan dengan printer, alat ini menjadikan feromon-feromon bau sebagai pengganti tinta. Output bukan berupa cetakan melainkan berupa aroma.
  • Multimedia Pembelajaran
     Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu : multimedia linier dan multimedia interaktif. Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya : TV dan film. Pemanfaatan multimedia sangatlah banyak diantaranya untuk media pembelajaran, game, film, medis, dll. Bila pengguna mendapatkan keleluasaan dalam mengontrol multimedia tersebut, maka hal ini disebut Multimedia interaktif.
     Sedangkan pembelajaran diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Jadi dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar. Belajar dalam pengertian aktifitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan. Dengan demikian aspek yang menjadi penting dalam aktifitas belajar adalah lingkungan. Bagaimana lingkungan ini diciptakan dengan menata unsur-unsurnya sehingga dapat mengubah perilaku siswa. Dari uraian di atas, apabila kedua konsep tersebut kita gabungkan maka multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang pilihan, perasaan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali.

Secara keseluruhan, multimedia terdiri dari tiga level yaitu :
  1. Level teknis, yaitu multimedia berkaitan dengan alat-alat teknis ; alat-alat ini dapat diartikan sebagai wahana yang meliputi tanda-tanda (signs).
  2. Level semiotik, yaitu representasi hasil multimedia seperti teks, gambar, grafik, tabel, dll.
  3. Level sensorik, yaitu yang berkaitan dengan saluran sensorik yang berfungsi untuk menerima tanda (signs)